Kamis, 26 Juni 2025

Mengapa Ribuan Warga Semarang ‘Keramas’ di Sungai Tiap Malam Satu Suro? Ini 5 Tradisi yang Masih Dilestarikan

 

Semarang – Malam 1 Suro atau 1 Muharram dalam penanggalan Jawa selalu menjadi momen sakral bagi masyarakat Jawa, termasuk warga Semarang. Salah satu tradisi unik yang masih dipertahankan hingga kini adalah ritual "keramas massal" di sungai atau sumber mata air pada malam Satu Suro. Ritual ini bukan sekadar membasuh rambut, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam. Masyarakat meyakini bahwa mandi dan keramas di malam Satu Suro dapat membersihkan diri dari energi buruk serta menjadi bentuk penyucian diri menyambut tahun baru Jawa.

Berikut 5 tradisi Malam Satu Suro yang masih dilestarikan oleh warga Semarang dan sekitarnya:

1. Keramas dan Mandi Suci di Sungai

Ribuan warga mendatangi sungai atau sendang pada malam hari untuk melakukan mandi dan keramas secara spiritual. Biasanya mereka membawa air bunga, berdoa, lalu membasuh kepala dan tubuh sebagai simbol pembersihan diri.

2. Tirakat dan Lelaku

Banyak warga melakukan tirakat berupa puasa mutih, tapa bisu, atau mengasingkan diri dari keramaian. Tujuannya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dan memohon keselamatan selama satu tahun ke depan.

3. Tapa Bisu di Kota Lama

Di sejumlah titik seperti Kota Lama atau tempat bersejarah lainnya, masih ada komunitas atau kelompok spiritual yang melakukan tapa bisu—berjalan kaki tanpa berbicara sepanjang malam sebagai bentuk perenungan diri.

4. Kenduri dan Doa Bersama

Di kampung-kampung, masyarakat menggelar doa bersama dan kenduri untuk mendoakan leluhur dan memohon keberkahan. Makanan tradisional seperti tumpeng, jenang abang-putih, dan bubur suro biasanya disajikan.

5. Ziarah ke Makam Leluhur

Warga juga melakukan ziarah ke makam orang tua atau tokoh yang dihormati, sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi diri terhadap nilai-nilai hidup yang diwariskan.

Tradisi-tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat Jawa masih kuat meski zaman terus berubah. Malam Satu Suro bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk menata batin, menyucikan niat, dan menyambut harapan baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semarang Night Carnaval 2025

  Warga Semarang dan sekitarnya kembali disuguhkan hiburan malam bertajuk Semarang Night Carnaval 2025, yang digelar mulai 31 Juli hingga 23...