Kamis, 24 Juli 2025

Semarang Night Carnaval 2025

 

Warga Semarang dan sekitarnya kembali disuguhkan hiburan malam bertajuk Semarang Night Carnaval 2025, yang digelar mulai 31 Juli hingga 23 Agustus di Lapangan Garnisun Semarang, pukul 17.00–23.00 WIB. Acara ini menghadirkan beragam atraksi seperti wahana bermain, live musik, kuliner, pameran alutsista, lomba anak, nobar film, komunitas kreatif, multiproduk UMKM, game berhadiah, hingga lelang produk. Diselenggarakan oleh SMS Shop dan didukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, event ini tak hanya menjadi ruang rekreasi keluarga, tetapi juga wadah promosi UMKM dan edukasi budaya lewat kolaborasi komunitas dan pameran militer. Semarang Night Carnaval menjadi destinasi malam pilihan yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan ekonomi kreatif dalam satu arena terbuka.

Abirama Purbakala Patiayam” – Pameran Cagar Budaya di Kudus Akhir Juli 2025

 


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus akan menggelar pameran budaya bertajuk “Abirama Purbakala Patiayam” pada 25–27 Juli 2025 di Kompleks Museum Situs Purbakala Patiayam, Desa Terban, Jekulo. Pameran ini merupakan kolaborasi antara sejumlah museum, komunitas budaya, pelajar, dan pelaku seni lokal. Agenda meliputi lomba menggambar, menyanyi, mendongeng, fashion show budaya, pentas seni barongan, dan sarasehan budaya. Acara dijadwalkan dibuka oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, menyebut kegiatan ini sebagai upaya menghubungkan warisan purbakala dengan generasi masa kini.

Uptown Karnavibe 2025 Resmi Dibuka, Sajikan Festival Karnaval Mall Terbesar di Semarang

 


Uptown Mall BSB City menghadirkan kemeriahan Uptown Karnavibe 2025, festival karnaval mall terbesar di Kota Semarang yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 20 Juli hingga 24 Agustus 2025. Menggandeng JakCloth, acara ini menyuguhkan bazaar kuliner dan fashion dari puluhan tenant lokal dan nasional, pertunjukan live music setiap hari, serta nonton bareng laga Timnas U-23 di area atrium mall. Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan promo voucher belanja gratis yang dibagikan setiap hari. Acara berlangsung mulai pukul 08.55 hingga 23.55 WIB. Menurut penyelenggara, konsep ini dihadirkan untuk menciptakan pengalaman belanja sekaligus hiburan dalam satu tempat. “Uptown Karnavibe menjadi ruang ekspresi baru bagi anak muda, komunitas, hingga keluarga yang ingin menikmati suasana karnaval dalam nuansa mall modern,” ujar pihak manajemen Uptown Mall. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sejak hari pertama, menjadikan acara ini sebagai ikon baru hiburan musiman di Semarang.




PKB Usulkan Gubernur Ditunjuk Pemerintah Pusat, Bupati dan Wali Kota Dipilih DPRD



JAKARTA-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah di Indonesia. Dalam usulan tersebut, jabatan gubernur diusulkan untuk tidak lagi dipilih secara langsung oleh masyarakat, melainkan ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat. Sementara itu, posisi bupati dan wali kota akan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masing-masing. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemerintahan Daerah yang sedang dibahas di DPR. PKB beralasan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah serta mengurangi biaya politik yang tinggi dalam proses pilkada langsung.

Dalam pandangan PKB, jabatan gubernur dianggap sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Oleh karena itu, pemilihannya dinilai lebih tepat jika dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung oleh pemerintah pusat. Sementara untuk bupati dan wali kota yang lebih dekat dengan rakyat, pemilihannya tetap melibatkan DPRD sebagai representasi daerah. Usulan ini masih menjadi bahan diskusi di tingkat parlemen dan memunculkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Sebagian kalangan menilai bahwa sistem pemilihan langsung tetap penting untuk menjamin kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin daerah. Perdebatan ini diperkirakan akan terus bergulir seiring pembahasan RUU Pemerintahan Daerah yang tengah berlangsung.

Jakarta Masuk Daftar 20 Kota dengan Makanan Terenak di Dunia versi TasteAtlas 2025

 


JAKARTA-Jakarta kembali mencatat prestasi di dunia kuliner internasional. Ibukota Indonesia ini berhasil masuk dalam daftar 20 besar kota dengan makanan terenak di dunia versi TasteAtlas tahun 2025. Dalam pemeringkatan tersebut, Jakarta menempati posisi ke-16 dari total 100 kota yang dinilai. Penilaian dilakukan berdasarkan lebih dari 477 ribu ulasan makanan dari seluruh dunia, mencakup 15.478 jenis hidangan lokal dari 17.073 kota. Jakarta mendapatkan skor rata-rata 4,69 dari 5, berkat ragam kuliner khas yang kaya rasa dan menjadi favorit banyak orang.

Beberapa makanan khas Jakarta yang mendapatkan penilaian tinggi antara lain soto Betawi (skor 4,6), nasi uduk (4,4), bubur ayam (4,4), gado-gado (4,1), dan bakso (4,1). Selain itu, sejumlah tempat makan legendaris di Jakarta juga disebut sebagai destinasi kuliner yang wajib dikunjungi, seperti Restoran 1945, Lapo Marpadotbe, Rumah Makan Marannu, Asinan Betawi H. Mansyur, dan Bubur Ayam Barito. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Jakarta tidak hanya unggul sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga sebagai kota dengan kekayaan kuliner yang diakui dunia. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta kuliner global.

Bedulang: Tradisi Makan Bersama Khas Bangka Belitung yang Sarat Makna



BANGKA BELITUNG-Tradisi makan bersama atau bedulang merupakan budaya khas masyarakat Bangka Belitung yang masih terus dilestarikan hingga sekarang. Dalam tradisi ini, beberapa orang duduk melingkar di lantai sambil menyantap hidangan yang disajikan di atas dulang (nampan besar) secara bersama-sama. Bedulang bukan sekadar kegiatan makan, tapi juga simbol kebersamaan, kesetaraan, dan penghormatan. Biasanya, tradisi ini dilakukan saat acara adat, pernikahan, atau momen-momen penting lain dalam kehidupan masyarakat setempat. Makanan yang disajikan dalam bedulang biasanya terdiri dari nasi, lauk pauk khas Bangka Belitung seperti ikan, udang, dan sambal, serta aneka sayur. Semua makanan ini dinikmati tanpa menggunakan sendok, melainkan dengan tangan sebagai bagian dari filosofi keakraban. Selain mempererat hubungan antarwarga, tradisi ini juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Bangka Belitung dalam menjaga nilai-nilai sosial dan budaya. Meski zaman terus berubah, semangat kebersamaan dalam bedulang tetap relevan dan menginspirasi.

3.900 Peserta Selesaikan Wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2025



JAKARTA-Sebanyak 3.900 peserta telah berhasil menyelesaikan tahapan wawancara dalam program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kemenag untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang keagamaan, dengan memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, M. Ali Ramdhani, menyampaikan bahwa ribuan peserta telah melalui proses wawancara yang dilakukan secara daring sejak 10 Juli hingga 20 Juli 2025. Proses ini merupakan bagian penting dari seleksi yang sangat kompetitif. "Melalui wawancara ini, kami ingin menggali komitmen, kesiapan, dan kesesuaian peserta dengan bidang studi yang mereka ambil," jelasnya.

Total pendaftar program BIB tahun ini mencapai lebih dari 18.000 orang, namun hanya sebagian yang lolos hingga tahap wawancara. Setelah ini, peserta yang lolos akan diumumkan sebagai penerima beasiswa resmi dan berhak melanjutkan studi sesuai program yang dituju, baik dalam maupun luar negeri. Program Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan kolaborasi antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang fokus pada pengembangan pendidikan keislaman, keagamaan, serta bidang lain yang relevan bagi kemajuan bangs

LSPR Jakarta Raih Peringkat 1 Dunia untuk Manajemen Krisis versi WURI 2025




JAKARTA – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Kampus London School of Public Relations (LSPR) Jakarta berhasil meraih peringkat pertama dunia dalam kategori Manajemen Krisis dalam pemeringkatan World’s Universities with Real Impact (WURI) 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa LSPR tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mampu menghadirkan inovasi nyata dalam menghadapi dan mengelola krisis. WURI sendiri merupakan lembaga pemeringkat internasional yang menilai perguruan tinggi berdasarkan dampak sosial, inovasi, serta relevansi terhadap tantangan global.

LSPR menempati posisi puncak dalam kategori "Crisis Management", mengalahkan berbagai universitas ternama dunia. Prestasi ini tak lepas dari konsistensi kampus dalam mengembangkan program edukasi yang responsif terhadap isu-isu krisis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, LSPR juga masuk dalam daftar Top 50 perguruan tinggi dunia dalam kategori “Global Top 100 Innovative Universities”, membuktikan bahwa kampus ini memiliki daya saing global dan komitmen terhadap pendidikan berbasis solusi. Rektor LSPR, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, M.Si., APR, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini dan berharap bisa menjadi motivasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk terus berinovasi.

WURI menilai kampus dari berbagai aspek seperti kreativitas, kewirausahaan, tanggapan terhadap krisis, hingga kontribusi sosial. Keikutsertaan LSPR dalam ajang ini menunjukkan bahwa inovasi di bidang komunikasi dan manajemen krisis dari Indonesia mendapat pengakuan di panggung dunia. Dengan capaian ini, LSPR Jakarta membuktikan bahwa kampus Indonesia mampu bersaing dan menjadi pemimpin dalam menciptakan solusi konkret di tengah berbagai tantangan global.

Festival Teluk Wondama: 100 Tahun Jejak Peradaban Papua Dirayakan Meriah



WONDAMA PAPUA BARAT- Teluk Wondama kembali jadi sorotan. Festival Teluk Wondama 2025 resmi digelar dan kali ini punya makna yang dalam yaitu merayakan 100 tahun perjalanan peradaban di tanah Papua. Mulai 24 sampai 28 Juni suasana di Wasior dan sekitarnya benar-benar hidup. Dari pagi sampai malam ada berbagai pertunjukan seni parade budaya sampai bazar UMKM yang ramai pengunjung. Masyarakat lokal dan wisatawan dari luar daerah sama-sama antusias menyambut momen spesial ini. Festival ini sekaligus jadi pengingat sejarah karena di tahun 1925 misionaris pertama kali datang ke wilayah ini dan memperkenalkan pendidikan serta nilai-nilai kemanusiaan yang kemudian jadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Buat kita Festival Teluk Wondama bukan sekadar event tahunan. Ini cara Papua menunjukkan bahwa mereka punya cerita panjang yang layak dibanggakan. Identitas budaya yang kuat alam yang luar biasa dan semangat masyarakatnya yang tidak pernah padam. Teluk Wondama membuktikan bahwa Papua adalah bagian penting dari Indonesia yang kaya sejarah kaya budaya dan pastinya selalu punya tempat di hati kita.

Krisis Kemanusiaan Gaza Makin Parah, PBB Dinilai Gagal Lindungi Warga Sipil



Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Jutaan warga, termasuk anak-anak dan lansia, kini mengalami kelaparan ekstrem. Laporan terbaru menunjukkan bahwa banyak dari mereka meninggal dunia karena kekurangan makanan, air bersih, dan akses kesehatan. Kondisi ini dipicu oleh blokade yang berkepanjangan serta serangan militer yang terus berlangsung. Akses bantuan kemanusiaan sangat terbatas, membuat distribusi logistik tidak merata dan bahkan terhambat total di beberapa wilayah. Melihat kondisi ini, berbagai pihak mulai mempertanyakan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga internasional lainnya. Banyak suara yang menilai bahwa PBB gagal menjalankan tanggung jawabnya dalam melindungi hak asasi manusia, khususnya warga sipil yang tidak bersalah.

Bencana kemanusiaan ini tidak hanya menyentuh ranah politik, tetapi juga nurani dunia. Solidaritas global dan tekanan terhadap pihak-pihak yang bertikai dianggap sangat diperlukan agar kekerasan segera dihentikan dan bantuan bisa masuk tanpa hambatan.Di tengah penderitaan yang luar biasa, dunia diminta untuk tidak tinggal diam. Gaza bukan sekadar konflik, tetapi juga soal kemanusiaan yang harus diprioritaskan.

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025


JAKARTA - Indonesia kembali mencatat sejarah dengan menjadi tuan rumah Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025. Ajang berskala internasional ini menjadi momen penting, bukan hanya untuk dunia kepramukaan, tapi juga untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang ramah dan toleran kepada dunia. Acara ini dipastikan bakal menghadirkan ribuan peserta dari berbagai negara, terutama negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Nantinya, para peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan menarik, mulai dari aktivitas kepramukaan, pertukaran budaya, wisata halal, hingga pameran produk lokal. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menyambut antusias ajang ini. Dukungan penuh diberikan sebagai bagian dari upaya menunjukkan nilai-nilai moderasi beragama yang tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.

Selain jadi ajang pertemuan para Pramuka Muslim dari seluruh dunia, acara ini juga menjadi sarana promosi budaya dan toleransi ala Indonesia. Lewat kegiatan ini, Indonesia ingin memperkuat perannya sebagai negara yang tidak hanya kaya budaya, tapi juga mampu membangun harmoni antarumat beragama.Sebagai tuan rumah, Indonesia siap memperlihatkan keramahan dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakatnya. Ini bukan hanya soal event besar, tapi juga langkah nyata mempererat hubungan global lewat semangat kepramukaan.

Kamis, 17 Juli 2025

Kemenparekraf dan ICCI Kolaborasi Kembangkan Industri Kuliner Halal Global

 


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Islamic Chef & Culinary Indonesia (ICCI) dalam peluncuran program kolaboratif untuk memperkuat industri kuliner halal nasional. Program ini mencakup sertifikasi halal, pelatihan chef lokal, hingga perluasan ekspor produk kuliner ke negara-negara mayoritas Muslim.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok kuliner halal global, seiring meningkatnya konsumsi produk halal dunia yang diperkirakan mencapai USD 2,4 triliun.


“Kolaborasi ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang identitas, kualitas, dan kepercayaan. Kita ingin chef Indonesia dan produk kulinernya mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Sandiaga dalam konferensi pers di Jakarta.


Program pelatihan akan difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kuliner halal, sementara aspek ekspor didorong melalui kerja sama dagang dengan negara-negara OIC (Organisasi Kerja Sama Islam).


Kemenparekraf menargetkan peningkatan jumlah UMKM kuliner bersertifikat halal, serta pembukaan akses pasar ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika Utara dalam dua tahun mendatang.

Kemendikdasmen Revitalisasi 11.440 Sekolah, “Sekolah Rakyat” Mulai Jalan 14 Juli

 


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan merevitalisasi 11.440 sekolah di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp 16,9 triliun. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan akses pendidikan, terutama di daerah tertinggal.


Selain itu, pemerintah juga akan memulai program “Sekolah Rakyat” secara nasional pada 14 Juli 2025. Program ini difokuskan untuk memperkuat pendidikan berbasis komunitas dan pengembangan karakter pelajar.


Menariknya, Presiden RI akan langsung memberikan arahan kepada para guru yang terlibat dalam “Sekolah Rakyat”. Pendekatan ini dinilai sebagai upaya memperkuat hubungan antara kebijakan pusat dan pelaksanaan pendidikan di tingkat akar rumput.


“Kami ingin memastikan pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Sekolah bukan hanya bangunan, tapi pusat pemberdayaan,” ujar Dirjen Kemendikdasmen dalam keterangan persnya.


Program revitalisasi ini mencakup renovasi gedung, penyediaan sarana belajar digital, hingga pelatihan guru. Pemerintah menargetkan seluruh proses berjalan bertahap hingga akhir 2026.

Ketua Komisi II DPR Tolak Usulan Perpanjangan Masa Jabatan DPRD


Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, secara tegas menolak wacana perpanjangan masa jabatan anggota DPRD menjadi 7,5 tahun. Ia menilai usulan tersebut bertentangan dengan konstitusi dan prinsip dasar demokrasi.


“Konstitusi kita telah mengatur masa jabatan legislatif lima tahun. Perpanjangan di luar itu tanpa dasar hukum yang jelas berpotensi melanggar UUD 1945,” ujar Doli di Kompleks Parlemen Senayan.


Wacana perpanjangan ini sebelumnya muncul sebagai respons terhadap sinkronisasi jadwal pemilu nasional dan pilkada serentak. Namun, menurut Doli, solusi yang diambil tidak boleh mengorbankan prinsip ketatanegaraan yang telah disepakati.


Ia juga meminta semua pihak fokus pada revisi teknis regulasi, bukan mengubah masa jabatan demi alasan pragmatis. Hingga kini, belum ada pembahasan resmi di DPR mengenai perubahan masa jabatan tersebut.

Festival Pacu Heboh di Sosmed



Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kembali mencuri perhatian publik usai sejumlah potongan video dan foto acara tersebut viral di media sosial. Antusiasme masyarakat lokal hingga wisatawan terekam jelas dalam unggahan netizen yang menyaksikan perlombaan perahu tradisional itu secara langsung.


Namun, di balik viralnya festival tahunan ini, muncul kritik dari warganet yang menyoroti kurangnya keterlibatan dan promosi aktif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mereka menilai bahwa kementerian seharusnya bisa lebih sigap dalam mengangkat Pacu Jalur ke tingkat nasional maupun internasional sebagai salah satu potensi pariwisata budaya Indonesia.


“Sangat disayangkan event sekeren ini hanya ramai di media sosial, tapi tidak ada dukungan besar dari pemerintah pusat,” tulis salah satu pengguna X (Twitter), disertai video festival yang telah ditonton ratusan ribu kali.


Sejumlah pengamat pariwisata juga menilai bahwa momentum viral ini seharusnya dapat dijadikan pintu masuk untuk pengembangan destinasi wisata berbasis budaya lokal. “Pacu Jalur bukan hanya olahraga tradisional, tetapi simbol kebudayaan Melayu Riau yang layak dikemas dalam program unggulan pariwisata nasional,” ujar Dedi Lestari, pakar budaya dari Universitas Andalas.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kemenparekraf terkait kritik yang disampaikan publik. Sementara itu, Pemerintah Daerah Kuantan Singingi menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Pacu Jalur menjadi agenda wisata nasional tahunan.

Tempe Diajukan ke UNESCO Sebagai Warisan Budaya Takbenda



Pemerintah Indonesia secara resmi mengajukan tempe sebagai warisan budaya takbenda kepada UNESCO. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian kekayaan kuliner nusantara yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.


Menurut laporan Kompas, berkas pengajuan tempe telah diterima dan kini tengah memasuki tahap penilaian oleh badan kebudayaan dunia tersebut. Proses ini mencakup verifikasi sejarah, nilai budaya, serta kontribusi tempe dalam kehidupan masyarakat lokal.


Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Hilmar Farid, menyampaikan bahwa tempe bukan hanya makanan sehari-hari, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. "Tempe mencerminkan kearifan lokal, keberlanjutan pangan, serta identitas kuliner Indonesia yang unik," ujarnya.


Proses pengajuan ini telah melalui tahapan panjang, mulai dari kajian akademik, dokumentasi tradisi produksi tempe, hingga pelibatan komunitas pengrajin tempe di berbagai daerah.


Jika disetujui, tempe akan menyusul sejumlah warisan budaya Indonesia lainnya yang telah diakui UNESCO, seperti batik, angklung, dan wayang. Pemerintah optimistis bahwa pengakuan ini akan semakin mendorong penguatan diplomasi budaya dan pengembangan industri kuliner lokal di pasar internasional.

Rabu, 09 Juli 2025

Kopi Kudus menjadi Ikon Kuliner Kota Kretek yang Mendunia


Kudus – Kopi Muria kini resmi berganti nama menjadi Kopi Kudus sebagai bagian dari upaya rebranding yang bertujuan untuk memperkuat identitas kota kretek. Langkah ini diambil untuk mengembangkan potensi kopi lokal yang terkenal di kalangan pecinta kopi.

Kopi Kudus dikenal dengan cita rasa unik dan kualitas tinggi, yang dihasilkan dari biji kopi pilihan yang ditanam di lereng Gunung Muria. Proses pengolahan yang tradisional dan perhatian terhadap detail menjadikan kopi ini istimewa.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kudus, Budi Santoso, menjelaskan bahwa rebranding ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan penjualan kopi di pasar global. “Kami ingin Kopi Kudus menjadi salah satu ikon kuliner yang dikenal luas,” ujarnya.

Dengan strategi pemasaran yang lebih baik, Kopi Kudus diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga membawa nama Kudus ke kancah internasional.

Kuliner Legendaris Asem-Asem Demak di Rumah Makan Rahayu



Demak – Rumah Makan Rahayu di Demak terkenal dengan hidangan khasnya, Asem-Asem Demak, yang telah ada sejak tahun 1963. Kuliner ini menjadi favorit masyarakat lokal dan pengunjung dari luar daerah.

Asem-Asem Demak dikenal dengan rasa asam yang segar dan bumbu rempah yang kaya. Proses memasak yang menggunakan bahan-bahan segar membuat hidangan ini memiliki cita rasa otentik yang sulit ditandingi.

Pemilik Rumah Makan Rahayu, Siti, menjelaskan bahwa resep Asem-Asem ini diwariskan dari generasi ke generasi. “Kami ingin mempertahankan cita rasa asli yang sudah ada sejak lama,” ujarnya.

Dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang ramah, Rumah Makan Rahayu menjadi tempat yang ideal untuk menikmati hidangan legendaris ini. Asem-Asem Demak bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner daerah yang patut dicicipi.

Perubahan Anggaran untuk Atasi Masalah Sampah dan Kesejahteraa


Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, bersama DPRD, telah menyepakati perubahan anggaran yang difokuskan pada penanganan darurat sampah dan peningkatan kesejahteraan warga. Kesepakatan ini diambil dalam rapat koordinasi yang berlangsung baru-baru ini.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfud, menyatakan bahwa masalah sampah menjadi prioritas utama. “Kami perlu segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis sampah yang mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, alokasi anggaran juga akan digunakan untuk program-program kesejahteraan, termasuk bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan langkah ini, Pemkot Pekalongan berharap dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi masalah yang dihadapi warga.

Bakoel Es Jadul Lestarikan Cita Rasa Asli Indonesia


Purbalingga – Bakoel Es di Purbalingga menjadi sorotan sebagai kedai es tradisional yang mengusung cita rasa asli Indonesia. Dikenal dengan berbagai varian es yang terbuat dari bahan alami, kedai ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan nostalgia.

Pemilik Bakoel Es, Ahmad, menjelaskan bahwa mereka menyajikan es yang menggunakan resep turun-temurun, seperti es dawet dan es campur. “Kami ingin mengenalkan kembali rasa-rasa klasik yang mungkin sudah jarang ditemui,” ujarnya.

Kedai ini tidak hanya menarik pengunjung lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin merasakan keaslian kuliner Indonesia. Dengan suasana yang nyaman dan ramah, Bakoel Es menjadi tempat yang tepat untuk bersantai sambil menikmati es tradisional yang segar.

Pertamina dan Hiswana Berikan Bantuan BBM untuk Atasi Rob di Sayung, Demak


Demak – PT Pertamina Patra Niaga bersama Hiswana Migas Jateng dan DIY memberikan bantuan 1.500 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite untuk mendukung operasional pompa penyedot air di Kecamatan Sayung, yang terdampak rob. Bantuan ini disalurkan sebagai respons terhadap bencana rob yang telah berlangsung sejak Desember 2024.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terkena dampak. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani masalah rob,” katanya.

Bantuan BBM tersebut diserahkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Kaligawe Raya Semarang. Armin Nugroho, Kepala Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi Jateng, mengapresiasi kontribusi Pertamina dan Hiswana Migas. Ia menjelaskan bahwa pemompaan air dari permukiman warga menjadi krusial dalam menangani rob, di mana setiap sepuluh jam operasi memerlukan sekitar 150 liter BBM untuk membuang air hingga 700 liter per detik.

Armin berharap kolaborasi ini dapat mempercepat penanganan bencana dan membantu masyarakat Sayung kembali beraktivitas dengan nyaman.

Polres Pemalang Selenggarakan Turnamen Badminton

Pemalang – Polres Pemalang menggelar turnamen badminton bertajuk "Kapolres Cup" mulai 19 hingga 21 Juni 2025 di Gelanggang Olahraga (GOR) Kridanggo Pemalang. Turnamen ini dihadiri oleh bintang tamu legendaris bulutangkis Indonesia, Fans Kurniawan dan Agrippina Prima Rahmanto Putera.

Kepala Polres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, menyatakan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-79 Bhayangkara. “Turnamen ini diikuti oleh 38 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang, dan bertujuan untuk menumbuhkan semangat hidup sehat serta jiwa sportifitas di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Acara dibuka dengan pertandingan persahabatan antara bintang tamu dan pejabat Polres Pemalang, serta atlet muda setempat. Eko berharap turnamen ini dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjadi wadah pembinaan atlet muda dalam suasana yang penuh semangat.

Dengan kegiatan seperti ini, Polres Pemalang berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan olahraga di daerah serta mengajak masyar
akat untuk lebih aktif berolahraga.

Ribuan Anak di Magelang Putus Sekolah

Magelang  – Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang menunjukkan bahwa sebanyak 6.187 anak berusia 7-18 tahun tidak bersekolah. Angka ini mencakup 861 anak yang putus sekolah (DO), 2.391 anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, dan 2.935 anak yang belum pernah bersekolah.

Nurjito AS, operator Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), mengungkapkan bahwa penyebab putus sekolah tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya dan pola pikir keluarga. “Banyak anak yang lebih didorong untuk bekerja daripada melanjutkan pendidikan formal,” jelasnya.

Faktor geografis juga berkontribusi terhadap rendahnya angka partisipasi pendidikan di daerah pedesaan, terutama yang berada di kawasan pegunungan. Selain itu, pernikahan dini menjadi salah satu faktor signifikan, khususnya di Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik, di mana banyak perempuan menikah pada usia muda.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat telah meluncurkan kebijakan penerimaan murid baru (SPMB) jalur afirmasi bagi anak-anak yang tidak sekolah di tingkat menengah pertama. Anak-anak dengan usia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli diharapkan dapat mendaftar di SMP pilihan mereka.

Pemerintah juga mendorong anak-anak untuk mendaftar di satuan pendidikan nonformal atau sekolah kesetaraan. Selain itu, pengentasan anak tidak sekolah dapat dilakukan melalui sanggar belajar dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan angka anak yang putus sekolah di Magelang dapat berkurang, sehingga semua anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Pawai Taaruf 1 Muharam 1447 H: Ratusan Pelajar Salatiga Siap Meriahkan Perayaan




Salatiga  – Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Salatiga akan berpartisipasi dalam Pawai Taaruf untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Salatiga dan diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Ketua PHBI Salatiga, Sidqon Efendi, menyampaikan bahwa pawai ini melibatkan siswa dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa dari UIN Salatiga. “Kami ingin semua pelajar merasakan semangat Tahun Baru Islam, sehingga kegiatan ini dapat menjangkau masyarakat luas,” ujarnya.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Ia mendorong panitia untuk mengemas pawai secara kreatif dan edukatif, termasuk kolaborasi dengan sanggar seni dan budaya. “Pawai ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di kalangan pelajar,” tambahnya.

Wali Kota berharap pawai ini dapat memberikan kesan mendalam bagi para pelajar dan menjadi ajang untuk mengembangkan potensi seni dan budaya mereka. Dengan melibatkan beragam etnis dan komunitas, diharapkan pawai ini mencerminkan keragaman budaya di Salatiga.

Pawai Taaruf akan digelar sebagai bagian dari perayaan 1 Muharam, dengan tujuan memperkuat identitas keagamaan dan budaya di kalangan generasi muda


Kirab Pusaka 1 Suro Tradisi Sakral Keraton Solo Disambut Antusias Ribuan Warga



Solo  – Malam pergantian tahun dalam kalender Jawa kembali dirayakan melalui tradisi sakral di Keraton Kasunanan Surakarta. Pada Kamis malam (26/6/2025), Kirab Pusaka 1 Suro 2025 digelar dengan meriah, menarik ribuan warga dan wisatawan untuk menyaksikan prosesi yang sarat nilai budaya dan spiritual ini.

Kirab dimulai tepat pukul 23.59 WIB, diawali dengan kemunculan lima ekor kerbau bule Kiai Slamet dari kandang karantina. Kerbau-kerbau keramat ini dipercaya sebagai penjaga spiritual keraton dan menjadi simbol pembuka jalan dalam kirab. Setelah disuguhi ketela sebagai bentuk penghormatan, arak-arakan pun dimulai.

Para abdi dalem mengenakan pakaian adat lengkap dan membawa berbagai pusaka keraton, seperti tombak dan keris. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Sudibyo Rojoputro Nalendra, putra mahkota Keraton Solo, tampak hadir mendampingi prosesi dengan khidmat.

Ribuan warga memadati rute kirab, yang meliputi kompleks Keraton dan jalan-jalan utama di Kota Solo, untuk melihat langsung tradisi yang telah menjadi bagian penting dari budaya lokal ini. Suasana penuh khidmat dan kekhusyukan menyelimuti prosesi, menandai momen penting dalam menyambut Tahun Baru Jawa. Kirab Pusaka 1 Suro tidak hanya menjadi ajang penghormatan terhadap warisan leluhur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Solo.

Kuliner Viral yang Wajib Dicoba di Blora



Blora – Di Gang Kutilang, Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, terdapat sebuah kuliner unik yang tengah viral, yaitu Nasi Pecel Godhong Jati Pawon Mbah Minah. Hidangan ini menjadi rekomendasi utama bagi para pecinta kuliner Indonesia yang mencari cita rasa autentik.

Pawon Mbah Minah menawarkan nasi pecel yang khas, disajikan dengan cara dibungkus daun jati. Daya tarik utama dari tempat ini adalah suasana dapur yang masih sangat tradisional, bernuansa pedesaan. Proses memasak di sini juga mempertahankan metode kuno, di mana tempe digoreng menggunakan tungku kayu bakar, memberikan cita rasa yang tak tertandingi. 

Konsep dapur terbuka memungkinkan pelanggan untuk menyaksikan langsung proses memasak, menambah pengalaman bersantap yang menarik. Nasi pecel pincuk daun jati ini sangat nikmat dinikmati saat sarapan, terutama dengan tempe goreng yang hangat, sambil duduk di kursi kayu di hadapan Mbah Su, generasi kedua penerus Mbah Minah.

Meski lokasi Pawon Mbah Minah agak tersembunyi, sekitar 200 meter masuk ke dalam Gang Kutilang dari jalan raya Randublatung, tempat ini cukup mudah ditemukan. Pawon Mbah Minah memiliki akun Instagram sebagai salah satu media promosi digitalnya, yaitu @pawon_mbah_minah, dengan jumlah followers bahkan mencapai lebih dari 50 ribu.

Kepopuleran Nasi Pecel Godhong Jati Pawon Mbah Minah tidak hanya menarik perhatian masyarakat umum, tetapi juga para pejabat setempat, termasuk Bupati Blora dan Kapolres Blora, serta food vlogger yang penasaran untuk mencicipi kelezatan hidangan ini.

Semarang Night Carnaval 2025

  Warga Semarang dan sekitarnya kembali disuguhkan hiburan malam bertajuk Semarang Night Carnaval 2025, yang digelar mulai 31 Juli hingga 23...