Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Islamic Chef & Culinary Indonesia (ICCI) dalam peluncuran program kolaboratif untuk memperkuat industri kuliner halal nasional. Program ini mencakup sertifikasi halal, pelatihan chef lokal, hingga perluasan ekspor produk kuliner ke negara-negara mayoritas Muslim.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok kuliner halal global, seiring meningkatnya konsumsi produk halal dunia yang diperkirakan mencapai USD 2,4 triliun.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang identitas, kualitas, dan kepercayaan. Kita ingin chef Indonesia dan produk kulinernya mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Sandiaga dalam konferensi pers di Jakarta.
Program pelatihan akan difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kuliner halal, sementara aspek ekspor didorong melalui kerja sama dagang dengan negara-negara OIC (Organisasi Kerja Sama Islam).
Kemenparekraf menargetkan peningkatan jumlah UMKM kuliner bersertifikat halal, serta pembukaan akses pasar ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika Utara dalam dua tahun mendatang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar