Senin, 21 April 2025

Ulat Buah Ditemukan di Menu Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Kota Semarang


Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng


SEMARANG - Pada Rabu, 16 April 2025, siswa SMPN 1 Kota Semarang dikejutkan dengan temuan ulat buah dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi saat seorang siswa menemukan ulat bergerak di dalam buah salak yang disediakan dalam paket makan. Kepala SMPN 1 Semarang, Siminto, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa ulat tersebut berasal dari buah yang disertakan dalam menu. Ia menegaskan bahwa siswa tidak mengonsumsi buah tersebut dan langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak penyedia makanan. Sebagai respons, penyedia makanan mengganti menu tersebut dan berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya. Direktur Utama Prima Raja Sari Resto, Amin Wasono, selaku mitra penyedia SPPG Tawangsari, menjelaskan bahwa ulat tersebut merupakan ulat buah dan bukan maggot atau belatung. Ia menambahkan bahwa selama ini belum ada temuan serupa di sekolah lain yang menerima pasokan dari mereka.

Bandara Ahmad Yani Semarang Siap Kembali Berstatus Internasional


Foto : (Angkasa Pura 1)

SEMARANG – Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang berpotensi kembali menjadi bandara internasional. Namun, status tersebut hanya dapat diperoleh jika ada maskapai yang mengajukan rute penerbangan langsung ke luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R Wing Wiyarso, pada Rabu (16/4/2025). ​Status internasional Bandara Ahmad Yani dicabut pada April 2024 karena tidak ada maskapai yang mengajukan rute internasional pasca-pandemi COVID-19. Sebelumnya, bandara ini melayani rute internasional seperti ke Singapura dan Malaysia. ​Pengajuan rute internasional dapat dilakukan kapan saja, tergantung pada kesiapan maskapai dan regulasi pemerintah. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, bersama dengan maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan.​ Proses pengajuan melibatkan maskapai yang berminat untuk membuka rute internasional, yang kemudian akan dievaluasi oleh pihak terkait sebelum disetujui. Dengan adanya penerbangan langsung internasional, diharapkan dapat meningkatkan investasi dan pariwisata di Jawa Tengah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Kirab Budaya Meriahkan HUT ke-504 Kabupaten Semarang


Semarang - Ribuan peserta dari berbagai kontingen daerah memeriahkan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-504 Kabupaten Semarang, Kamis (17/4/2025). Acara yang dipusatkan di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran ini menampilkan beragam kesenian tradisional dan modern, serta ciri khas dari masing-masing daerah. Kirab budaya ini bertujuan untuk memperkenalkan tradisi dan potensi pariwisata di bidang budaya serta hasil pertanian kepada masyarakat luas, dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Prosesi kirab budaya diikuti oleh sekitar 3.000 orang, termasuk perwakilan siswa SD, SMP, dan barisan seni dari 19 kecamatan. Selain itu, dikirab pula pusaka Kabupaten Semarang berupa tiga buah keris dan tombak panjang, serta dua gunungan berisi hasil bumi. Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, dan Wakil Bupati, Hj. Nur Arifah, turut serta dalam kirab budaya dengan menaiki kereta kuda.

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Eks Wali Kota Semarang Digelar Besok





Foto : (detik.com)

Semarang – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang akan menggelar sidang perdana dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbak Ita, pada Selasa, 22 April 2025.

Mbak Ita bersama suaminya, Alwin Basri, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Keduanya diduga terlibat dalam pengaturan proyek penunjukan langsung di tingkat kecamatan serta permintaan uang kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.

Sebelumnya, Mbak Ita sempat mengajukan gugatan praperadilan untuk menguji keabsahan penetapan status tersangka yang dilakukan oleh KPK. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh hakim yang memutuskan bahwa penetapan tersangka tersebut sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sidang perdana ini menjadi sorotan publik, karena akan menentukan kelanjutan proses hukum terhadap mantan wali kota tersebut. Kasus ini diharapkan dapat berjalan secara transparan dan adil, memberikan pembelajaran mengenai pentingnya penegakan hukum dalam pemerintahan.




BlangwiRun 2025 Siap Digelar, Tawarkan Lomba Lari 5K dan 10K di Kota Semarang


Semarang, 22 April 2025 – Komunitas Kawan Dekat bersama Ade Bhakti Ariawan akan menggelar ajang lomba lari bertajuk BlangwiRun 2025 pada Minggu, 18 Mei 2025. Acara ini menghadirkan dua kategori lari, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, yang dirancang untuk menarik minat masyarakat dalam berolahraga sekaligus mengenal sejarah Kota Semarang.

Nama "BlangwiRun" diambil dari istilah “Blangwir”, yang merupakan sebutan lokal untuk kendaraan pemadam kebakaran era kolonial Belanda. Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan, karena salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal Semarang melalui event olahraga.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif komunitas tanpa menggunakan dana dari pemerintah daerah. “BlangwiRun diinisiasi sepenuhnya oleh komunitas Kawan Dekat. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi masyarakat bisa menciptakan kegiatan positif yang besar dampaknya,” ujar Ade.

Rute lomba 5K akan melintasi jalan-jalan ikonik Kota Semarang seperti Jalan Pemuda, Tugu Muda, Pandanaran, dan Gajahmada. Sementara itu, rute 10K akan memberikan tantangan lebih bagi pelari yang ingin menguji ketahanan mereka.

Race Director BlangwiRun 2025, Igo, menyebutkan bahwa selain lomba lari, peserta juga akan disuguhi hiburan musik dari grup Pertelon Koplo dan penyanyi Anggun C. Sasmi dari Hasoe Angel.

Pendaftaran lomba sudah dibuka dan bisa diakses melalui kanal resmi penyelenggara. Masyarakat diajak untuk segera mendaftarkan diri karena jumlah peserta dibatasi.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan sisi historis Kota Semarang kepada generasi muda.

10 Ribu Lebih Ijazah Siswa Masih Tertahan, Pemkot Semarang Desak Sekolah Swasta Bebaskan Tunggakan

Foto : (Mantra News)

Semarang – Lebih dari 10 ribu ijazah milik siswa di Kota Semarang hingga kini belum bisa diambil karena tertahan di sekolah-sekolah swasta akibat tunggakan biaya pendidikan. Fenomena ini mengundang perhatian serius dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang mendorong seluruh sekolah untuk tidak lagi menahan ijazah sebagai bentuk sanksi administrasi.

Data menunjukkan, terdapat 10.332 ijazah yang masih tertahan di 407 sekolah swasta tingkat TK, SD, hingga SMP. Total nilai tunggakan yang tercatat mencapai miliaran rupiah, mayoritas berasal dari keluarga siswa yang tidak mampu melunasi kewajiban pembayaran.

Menanggapi hal ini, Pemkot Semarang mengambil langkah konkret dengan mengajak sekolah-sekolah swasta untuk menandatangani Deklarasi Penyerahan Ijazah sebagai bagian dari program prioritas 100 hari kerja kepemimpinan Agustina – Iswar. Sebanyak 37 sekolah telah menyatakan dukungan dan kesediaan menyerahkan ijazah siswa tanpa syarat pelunasan tunggakan.

"Kami mengapresiasi sekolah-sekolah yang bersedia bekerja sama menyukseskan program ini. Ijazah adalah hak siswa, bukan alat tekanan administratif," ujar Agustina dalam acara penandatanganan deklarasi di SMP PGRI 01 Semarang, Kamis (17/4).

Agustina juga menggarisbawahi bahwa 99 persen siswa yang belum mengambil ijazah berasal dari keluarga kurang mampu. Hanya sebagian kecil kasus yang terkait dengan ketidakdisiplinan siswa dalam membayar, meski telah diberi uang oleh orang tua.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari para pengelola sekolah, khususnya yang tergabung dalam Yayasan PGRI. Pemerintah Kota berharap inisiatif ini akan diikuti oleh sekolah-sekolah lain, sehingga tidak ada lagi siswa Semarang yang tertahan masa depannya hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Kita ingin pastikan, setiap anak di kota ini punya akses pendidikan yang adil hingga akhir. Jangan sampai mereka gagal melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan hanya karena tidak bisa mengambil ijazahnya,” tegas Agustina.

Senin, 14 April 2025

Bakso Kriwil Viral Teh Rina di Tlogosari Semarang


Semarang – Bakso Kriwil Teh Rina yang terletak di Jalan Nogososro, Tlogosari, Semarang, tengah jadi perbincangan hangat di media sosial. Warung sederhana ini mendadak viral karena menjual bakso dengan harga super murah, hanya Rp500 per butir tanpa kuah.

Fenomena ini menarik perhatian warga sejak awal April 2025, setelah konten kuliner tentang warung tersebut diunggah di TikTok dan Instagram. Dalam waktu singkat, warung yang dikelola langsung oleh Teh Rina ini langsung diserbu pembeli dari berbagai penjuru kota.

Buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga habis, warung ini tak pernah sepi antrean. Warga bahkan rela berdiri di pinggir jalan demi mencicipi bakso kriwil yang terkenal dengan tekstur uniknya kasar, berurat, dan tidak bulat sempurna, menyerupai rambut kriwil.

“Kami sengaja buat harga semurah mungkin supaya semua orang bisa menikmati. Biasanya habis dalam waktu kurang dari dua jam,” ujar Teh Rina saat ditemui, Senin (7/4).

Bakso kriwil disajikan tanpa kuah dan sambal sesuai selera. Rasanya yang gurih pedas dan khas disebut-sebut bikin ketagihan, apalagi ditambah suasana sederhana dan pelayanan ramah yang menjadi ciri khas warung ini.

Kepopuleran Bakso Kriwil Teh Rina tak hanya mengangkat nama Jalan Nogososro sebagai destinasi kuliner baru di Semarang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain untuk berinovasi dengan harga terjangkau dan rasa istimewa.

Menggila di Grup Neraka! Timnas U-17 “Tumbas” Bantai Myanmar 5-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2025


Semarang – Timnas Indonesia U-17 menunjukkan performa luar biasa di laga perdana Piala Asia U-17 2025. Tergabung di grup neraka bersama Jepang, Korea Selatan, dan Myanmar, skuad Garuda Muda yang dijuluki “Tumbas” justru tampil menggila dengan membantai Myanmar 5-0 di Stadion Al Rayyan, Minggu (6/4/2025) malam waktu setempat.

Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Bima Sakti langsung tancap gas. Gol pertama dicetak oleh sang kapten, Alvaro Rizky, di menit ke-7 lewat sepakan keras dari luar kotak penalti. Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga dua gol tambahan dilesakkan oleh Andra Wijaya di menit ke-23 dan 39, membuat Indonesia unggul 3-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan Indonesia makin agresif. Rafli Maulana menambah gol keempat lewat sundulan di menit ke-58, disusul gol penutup oleh Fadli Ibrahim di menit ke-77 setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang Myanmar.

Pelatih Bima Sakti mengapresiasi kerja keras para pemain. “Kami tahu ini grup berat, tapi anak-anak tampil luar biasa, penuh semangat dan percaya diri. Kemenangan ini jadi awal yang baik,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

Kemenangan telak ini membuat Indonesia untuk sementara memimpin klasemen grup dan memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya. Meski demikian, tantangan besar masih menanti dengan menghadapi Jepang dan Korea Selatan di laga berikutnya.

Laga selanjutnya, Timnas U-17 dijadwalkan menghadapi Jepang pada Rabu (9/4). Dukungan dari masyarakat Indonesia pun terus mengalir lewat media sosial, berharap “Tumbas” mampu membuat kejutan dan mengharumkan nama bangsa di kancah Asia.

Sistem Baru Penerimaan Murid 2025 Diterapkan, Zonasi Masih Jadi Acuan Utama

Semarang – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi mengumumkan penerapan sistem baru dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Sistem ini mengalami sejumlah penyesuaian dengan tetap mempertahankan prinsip keadilan, transparansi, dan pemerataan akses pendidikan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Iwan Syahril, menyampaikan bahwa pada PPDB 2025, jalur zonasi tetap menjadi jalur utama dengan kuota minimal 50 persen. Namun, pemerintah juga memperkuat jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi dengan ketentuan teknis yang lebih fleksibel.

“PPDB 2025 difokuskan pada peningkatan akses yang adil bagi semua lapisan masyarakat. Kami juga menambahkan penguatan sistem digital agar proses pendaftaran lebih mudah dan akuntabel,” ujar Iwan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/4).

Salah satu perubahan signifikan adalah integrasi data kependudukan dan data pendidikan yang memungkinkan verifikasi otomatis domisili calon peserta didik. Selain itu, untuk jenjang SMP dan SMA, seleksi jalur prestasi kini memperhitungkan rekam jejak akademik siswa selama tiga tahun terakhir melalui sistem rapor digital nasional.

Pemerintah juga menegaskan bahwa sekolah tidak diperbolehkan melakukan tes tambahan dalam bentuk apapun, kecuali untuk sekolah dengan ciri khas tertentu seperti sekolah seni atau olahraga. Untuk mendukung keterbukaan informasi, orang tua kini dapat memantau proses seleksi secara daring melalui portal resmi PPDB daerah masing-masing.

Kebijakan ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian orang tua menyambut baik sistem verifikasi otomatis yang dianggap mengurangi praktik manipulasi data. Namun, ada pula yang berharap sistem zonasi bisa lebih fleksibel, terutama di wilayah dengan keterbatasan jumlah sekolah negeri.

Dengan penerapan sistem baru ini, Kemendikbudristek berharap PPDB 2025 dapat berjalan lebih adil, objektif, dan bebas dari kecurangan, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia.

Tradisi Larung Kepala Kerbau Warnai Syawalan di Pantai Glagah Wangi Demak


Semarang – Tradisi larung kepala kerbau kembali digelar masyarakat pesisir Demak dalam rangka perayaan Syawalan yang berlangsung pada Jumat, 11 April 2025, di Pantai Glagah Wangi. Kegiatan ini melibatkan ribuan warga yang memadati kawasan pantai untuk menyaksikan prosesi adat yang dilakukan setiap tahun, tepat seminggu setelah Hari Raya Idulfitri. Dalam tradisi tersebut, kepala kerbau dihias dan diarak dari balai desa menuju laut, lalu dilarung sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan hasil laut yang melimpah. Prosesi dilakukan dengan doa bersama dan diiringi kesenian tradisional seperti rebana dan barongan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh masyarakat bersama pemerintah daerah, dan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan perekonomian lokal. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai simbol kearifan lokal dan bentuk hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Pemprov Jawa Tengah Umumkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2025, Berlaku Mulai April hingga Juni

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggulirkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor untuk tahun 2025. Program ini resmi dimulai pada 8 April dan akan berlangsung hingga 30 Juni 2025. Melalui kebijakan ini, masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan dapat menikmati berbagai bentuk keringanan, seperti penghapusan denda keterlambatan dan penghapusan pokok tunggakan pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, sekaligus memberikan kemudahan bagi para wajib pajak yang terdampak secara ekonomi. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini. Dengan membayar pajak pokok, denda dan tunggakan akan kami hapus. Ini adalah bentuk kepedulian Pemprov terhadap warga,” ujarnya.

Program pemutihan ini berlaku untuk semua jenis kendaraan bermotor yang terdaftar di Jawa Tengah, baik roda dua maupun roda empat. Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti program ini, cukup datang ke kantor Samsat terdekat atau memanfaatkan layanan pembayaran online yang telah bekerja sama dengan Pemprov Jateng seperti Bank Jateng, Indomaret, OVO, Bukalapak, hingga aplikasi e-Samsat. Bapenda Jateng juga membuka kanal pembayaran lewat program Samsat Corporate, Samsat Budiman, dan sejumlah mitra digital lainnya untuk memudahkan masyarakat.

Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, juga turut mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini. Menurutnya, program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga akan meningkatkan pendapatan daerah yang pada akhirnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Jawa Tengah.

Dengan diberlakukannya program pemutihan ini, Pemprov Jawa Tengah berharap tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor dapat meningkat secara signifikan. Masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan program sebelum batas waktu berakhir pada 30 Juni 2025. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan mekanisme pelaksanaan program dapat diakses melalui situs resmi Bapenda Jawa Tengah atau langsung di kantor Samsat setempat.

Kuliner Malam Viral di Semarang : Angkringan Lawang Sewu Hadirkan Sensasi Makan Malam dengan View Ikonik


Semarang — Warga Semarang dan wisatawan kini memiliki satu lagi pilihan kuliner malam yang sedang viral dan sayang untuk dilewatkan. Sebuah angkringan yang berlokasi di kawasan ikonik Lawang Sewu, Semarang, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial berkat suasananya yang unik dan menu khas angkringan yang menggugah selera.

Angkringan ini buka setiap malam mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 04.00 dini hari, menjadikannya destinasi ideal bagi para pemburu kuliner malam ataupun mereka yang ingin menikmati suasana kota setelah jam kerja. Berbeda dengan angkringan pada umumnya, tempat ini menawarkan dua pilihan tempat duduk: lesehan dengan tikar yang nyaman untuk bersantai, serta kursi kayu bagi pengunjung yang lebih menyukai posisi duduk formal namun tetap santai.

Menu yang ditawarkan pun tak kalah menarik. Beragam pilihan makanan khas angkringan tersedia di sini, mulai dari nasi kucing dengan berbagai lauk seperti teri sambal, nasi pedo, dan ayam suwir, hingga aneka sate, gorengan hangat, serta mi instan yang selalu menjadi favorit pengunjung. Untuk minuman, tersedia berbagai pilihan mulai dari teh, kopi, susu jahe, hingga minuman kekinian yang cocok untuk menemani malam panjang di jantung Kota Semarang.

Keunikan dari angkringan ini bukan hanya terletak pada menunya, tetapi juga lokasinya yang strategis. Berada di depan bangunan bersejarah Lawang Sewu, pengunjung dapat menikmati santapan sambil menikmati pemandangan malam yang memikat dari salah satu ikon wisata paling terkenal di Semarang. Lampu-lampu jalan yang temaram, arsitektur klasik Lawang Sewu, serta semilir angin malam membuat suasana semakin syahdu dan cocok dijadikan tempat nongkrong bersama teman ataupun pasangan.

Tak heran, sejak viral di media sosial, angkringan ini semakin ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk mencicipi makanan, tetapi juga untuk berfoto dengan latar belakang Lawang Sewu yang megah dan historis.

Dengan konsep sederhana namun penuh daya tarik, angkringan viral di Lawang Sewu ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional bisa tetap eksis dan diminati generasi muda. Bagi Anda yang sedang berada di Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan langsung pengalaman kuliner malam yang satu ini.

Semarang Night Carnaval 2025

  Warga Semarang dan sekitarnya kembali disuguhkan hiburan malam bertajuk Semarang Night Carnaval 2025, yang digelar mulai 31 Juli hingga 23...