Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kembali mencuri perhatian publik usai sejumlah potongan video dan foto acara tersebut viral di media sosial. Antusiasme masyarakat lokal hingga wisatawan terekam jelas dalam unggahan netizen yang menyaksikan perlombaan perahu tradisional itu secara langsung.
Namun, di balik viralnya festival tahunan ini, muncul kritik dari warganet yang menyoroti kurangnya keterlibatan dan promosi aktif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mereka menilai bahwa kementerian seharusnya bisa lebih sigap dalam mengangkat Pacu Jalur ke tingkat nasional maupun internasional sebagai salah satu potensi pariwisata budaya Indonesia.
“Sangat disayangkan event sekeren ini hanya ramai di media sosial, tapi tidak ada dukungan besar dari pemerintah pusat,” tulis salah satu pengguna X (Twitter), disertai video festival yang telah ditonton ratusan ribu kali.
Sejumlah pengamat pariwisata juga menilai bahwa momentum viral ini seharusnya dapat dijadikan pintu masuk untuk pengembangan destinasi wisata berbasis budaya lokal. “Pacu Jalur bukan hanya olahraga tradisional, tetapi simbol kebudayaan Melayu Riau yang layak dikemas dalam program unggulan pariwisata nasional,” ujar Dedi Lestari, pakar budaya dari Universitas Andalas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kemenparekraf terkait kritik yang disampaikan publik. Sementara itu, Pemerintah Daerah Kuantan Singingi menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Pacu Jalur menjadi agenda wisata nasional tahunan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar